Sebagai perencana keuangan keluarga, ada beberapa salah paham soal asuransi kesehatan yang hampir setiap minggu saya temui. Mari kita luruskan bersama.
1. "Tidak klaim = premi kembali 100%"
Faktanya, kebanyakan tidak akan kembali 100%. Ada produk yang bisa mengembalikan premi, tapi manfaat kesehatannya langsung berakhir begitu Anda klaim. Ingat: risiko sakit tidak bisa diprediksi kapan terjadi, berapa kali, dan berapa biayanya. Selalu lebih baik siap untuk situasi terburuk daripada mengejar "keuntungan sementara".
2. "Unitlink jelek, ambil yang tradisional saja"
Asuransi tradisional preminya lebih murah di awal, tapi jika telat bayar 2 bulan, polis langsung non-aktif — ini berbahaya di usia 70+ karena polis sulit dipulihkan. Unitlink punya cadangan investasi, jadi tetap aktif saat telat bayar, tapi preminya lebih mahal dan ada risiko investasi. Setiap produk ada plus-minus. Pilih yang plusnya menguntungkan dan minusnya bisa Anda atasi dengan mudah.
3. "Makin banyak limit, makin bagus"
Belum tentu! Cek dulu limit itu bisa mengcover apa saja dan apa syaratnya. Ada polis dengan limit besar tapi hanya untuk beberapa jenis penyakit, dengan syarat kejadian harus sekian bulan setelah polis aktif. Kalau tidak yakin cara mengeceknya, itulah gunanya bedah polis.
4. "Diam-diam saja kalau punya sakit, biar approved"
Peluang diterima memang jadi tinggi. Tapi ini tidak fair — dan ketika ketahuan, polis Anda bisa dinonaktifkan secara langsung. Justru kejujuran (full disclosure) yang melindungi Anda saat klaim nanti.
5. "Tunggu sakit dulu baru daftar, biar tidak rugi"
Ini kekeliruan yang paling merugikan. Begitu Anda sudah sakit, pengajuan bisa ditolak atau dikenakan pengecualian. Asuransi hanya bisa dibeli selagi Anda sehat.
Setiap produk ada plus dan minus. Tugas saya membantu Anda memilih yang paling pas — bukan yang paling mahal.